DINAMIKA IJTIHAD MASA SHAHABAT PENDEKATAN SOSIOLOGI HUKUM

DINAMIKA IJTIHAD MASA SHAHABAT PENDEKATAN SOSIOLOGI HUKUM

  • Erwan M.A

Abstract

Penelitian ini mengungkap kebenaran tentang realitas hukum Islam dan ruang lingkupnya. Pemahaman secara sosiologi-antropologi berarti membahas kebenaran suatu fakta secara mendalam. Hukum sebagai sesuatu yang berkenaan dengan manusia, maka hubungan manusia dengan sesama manusia lainnya ada dalam suatu pergaulan hidup. Sebab tanpa pergaulan hidup tidak akan ada hukum (ibi societas ibi ius, zoon politicon). Hukum berfungsi untuk mengatur hubungan pergaulan antara manusia. Tetapi tidak semua perbuatan manusia itu memperoleh pengaturannya. Hanya perbuatan atau tingkah laku yang diklasifikasikan sebagai perbuatan hukum saja yang menjadi perhatian. Hubungan hukum itu terdiri dari ikatan-ikatan antara individu dengan individu dan antara individu dengan masyarakat. Dalam usahanya mengatur, hukum menyesuaikan dengan kepentingan masyarakat secara baik. Sebagai kumpulan peraturan atau kaedah, hukum mempunyai isi yang bersifat umum dan normatif, umum karena berlaku bagi setiap individu atau setiap orang, normatif karena menentukan apa yang seyogyanya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, serta menentukan bagaimana cara melaksanakan kepatuhan pada kaedah-kaedah. Kaedah hukum bertujuan untuk melindungi kepentingan manusia sebagai makhluk sosial. Karenanya kaedah tersebut harus ditaati, harus dilaksanakan dan dipertahankan, tapi bukannya dilanggar.  Manusia dianugrahi akal untuk berpikir, maka ijtihad merupakan pengerahan kemampuan otak. Sungguh dinamika ini telah ada pada masa shahabat Nabi dan tabi’in.

Published
2018-10-04